TRANSISI ENERGI menuju penggunaan sumber energi baru dan terbarukan
(EBT) bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis dalam
menghadapi tantangan ketahanan energi nasional. Indonesia memiliki potensi
energi surya yang sangat besar, termasuk di wilayah kepulauan yang selama ini
masih menghadapi keterbatasan infrastruktur kelistrikan. Salah satu wilayah
yang patut mendapat perhatian adalah Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep,
Madura, Jawa Timur.
Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di
Giligenting sebenarnya bukan isu baru. Informasi mengenai rencana tersebut
telah bergulir sejak Maret 2022. Bahkan, sejumlah pembicaraan dan survei lokasi
pernah dilakukan untuk mempersiapkan kemungkinan pembangunan pembangkit listrik
berbasis energi matahari tersebut.
Salah satu lokasi yang pernah diwacanakan berada di Kampung Rokhung,
Desa Aenganyar, Kecamatan Giligenting, dengan luas lahan sekitar 1,5 hektare.
Lokasi tersebut juga disebut memiliki kedekatan dengan Pembangkit Listrik
Tenaga Diesel (PLTD) Giligenting yang telah beroperasi.
Konsep yang pernah dibicarakan adalah mengintegrasikan PLTS dengan PLTD
sebagai sistem pembangkit hibrida. Gagasan ini dinilai cukup strategis karena
dapat mengoptimalkan pemanfaatan energi matahari sekaligus mempertahankan
keandalan pasokan listrik melalui pembangkit diesel.
Namun, persoalan mendasarnya adalah: setelah rencana tersebut bergulir
sejak 2022, bagaimana kelanjutan dan kepastian realisasinya hingga memasuki
November 2026?
Jangan Berhenti pada Tahap Wacana
Sudah hampir lima tahun sejak gagasan pembangunan PLTS Giligenting mulai
diperbincangkan. Rentang waktu tersebut semestinya cukup untuk mendorong
penyelesaian berbagai tahapan persiapan, mulai dari studi kelayakan, survei
teknis, kepastian lahan, perencanaan investasi hingga penentuan jadwal
konstruksi.
Masyarakat tentu berharap rencana tersebut tidak berhenti sebagai wacana
atau sekadar agenda perencanaan tanpa kepastian pelaksanaan.
Apalagi, kebutuhan energi listrik di wilayah kepulauan Sumenep masih
menjadi tantangan tersendiri. Kondisi geografis yang terdiri atas pulau-pulau
membutuhkan pendekatan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang berbeda
dengan wilayah daratan.
Pembangunan pembangkit listrik berbasis energi surya dapat menjadi salah
satu solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM),
menekan biaya operasional pembangkit, serta meningkatkan ketahanan pasokan
listrik di daerah kepulauan.
Dalam konteks tersebut, PLTS Giligenting seharusnya ditempatkan sebagai
bagian dari strategi pemerataan pembangunan infrastruktur energi, bukan hanya
proyek pembangunan pembangkit dalam skala lokal.
PLN UP3 Madura Perlu Memberikan Kepastian
Sebagai perusahaan yang memiliki tanggung jawab besar dalam penyediaan
tenaga listrik kepada masyarakat, PT PLN (Persero), khususnya Unit Pelaksana Pelayanan
Pelanggan (UP3) Madura, perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai
perkembangan rencana PLTS Giligenting.
Ada sejumlah pertanyaan mendasar yang layak disampaikan kepada manajemen
PLN UP3 Madura.
Pertama, apakah pembangunan PLTS Giligenting masih masuk
dalam rencana kerja dan investasi PLN untuk periode 2026–2027?
Kedua, apakah lokasi pembangunan di Desa Aenganyar masih
menjadi pilihan utama setelah sebelumnya dilakukan pembicaraan dan survei?
Ketiga, berapa kapasitas pembangkit listrik tenaga surya
yang direncanakan dan berapa kebutuhan investasi yang harus disiapkan?
Keempat, apakah pembangunan PLTS tersebut akan
dikombinasikan dengan PLTD yang sudah beroperasi sehingga membentuk sistem
pembangkit hibrida?
Kelima, kapan target dimulainya pembangunan fisik dan
kapan pembangkit tersebut diproyeksikan mulai beroperasi?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting karena masyarakat membutuhkan
kepastian, bukan sekadar informasi mengenai rencana pembangunan yang terus
berulang dari tahun ke tahun.
Jika memang terdapat kendala teknis, administrasi, pembiayaan, maupun
persoalan ketersediaan lahan, PLN juga perlu menyampaikan penjelasan secara
transparan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui persoalan yang
sebenarnya dan memahami tahapan yang masih harus diselesaikan.
Momentum Transisi Energi di Kepulauan Sumenep
Sebenarnya, peluang pengembangan energi surya di Kabupaten Sumenep mulai
memperlihatkan perkembangan positif.
Pada Maret 2026, PLN bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep
menindaklanjuti program hibah PLTS dari Yayasan Torang IWIP Berbakti untuk dua
lokasi, yakni Dusun Gili Labak dan Desa Pagerungan Kecil. Program tersebut
mencakup dua unit PLTS dengan kapasitas masing-masing 1 MWp serta dukungan
baterai penyimpanan energi atau Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 4
MWh.
Perkembangan ini memperlihatkan bahwa pemanfaatan energi surya di
kawasan kepulauan Sumenep bukan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan.
Namun, perlu ditegaskan bahwa program PLTS Gili Labak dan Pagerungan
Kecil berbeda dengan rencana PLTS Giligenting. Karena itu, realisasi proyek di
kedua lokasi tersebut tidak serta-merta dapat dianggap sebagai bukti bahwa
proyek Giligenting juga telah berjalan.
Justru, perkembangan tersebut semestinya menjadi momentum bagi PLN UP3
Madura untuk menjelaskan posisi dan kelanjutan rencana PLTS Giligenting.
Jangan sampai sejumlah wilayah kepulauan mulai menikmati pengembangan
energi baru terbarukan, sementara rencana serupa di Giligenting masih belum
memiliki kepastian waktu pelaksanaan.
PLTS Hibrida sebagai Solusi Ketahanan Energi
Salah satu pendekatan yang patut dipertimbangkan dalam pembangunan PLTS
Giligenting adalah penggunaan sistem pembangkit hibrida yang menggabungkan
energi surya, PLTD, dan baterai penyimpanan listrik.
Sistem ini memungkinkan energi matahari dimanfaatkan pada siang hari,
sementara baterai dapat menyimpan sebagian energi untuk digunakan ketika
intensitas matahari menurun atau pada malam hari. PLTD tetap dapat berfungsi
sebagai pembangkit pendukung ketika diperlukan.
Melalui sistem tersebut, penggunaan BBM berpotensi dikurangi secara
bertahap tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik.
Tentu, penerapannya membutuhkan kajian teknis yang matang, termasuk
analisis kebutuhan beban listrik, karakteristik jaringan distribusi, kapasitas
baterai, kondisi geografis, serta proyeksi pertumbuhan pelanggan.
Apabila direncanakan secara tepat, sistem pembangkit hibrida bukan hanya
memberikan manfaat dari sisi efisiensi energi, tetapi juga dapat mendukung
pengurangan emisi karbon dan memperkuat ketahanan energi masyarakat kepulauan.
Dengan demikian, pembangunan PLTS Giligenting memiliki nilai strategis
yang lebih luas daripada sekadar menambah kapasitas pembangkit listrik.
Menanti Target Realisasi 2027
Memasuki tahun 2027, sudah saatnya rencana PLTS Giligenting mendapatkan
kejelasan arah dan target pelaksanaan.
Jika proyek tersebut masih memungkinkan untuk direalisasikan, PLN perlu
menyusun tahapan yang terukur, mulai dari penyelesaian studi kelayakan, kepastian
lahan, penganggaran, proses pengadaan hingga pembangunan fisik dan
pengoperasian pembangkit.
Apabila proyek belum dapat dilaksanakan pada 2027, setidaknya PLN perlu
menjelaskan alasan penundaan serta memberikan gambaran mengenai jadwal dan
tahapan penyelesaiannya.
Hal ini penting agar masyarakat tidak terus-menerus menunggu tanpa
mengetahui sejauh mana rencana pembangunan tersebut telah diproses.
Pemerintah Kabupaten Sumenep juga diharapkan dapat mengambil peran aktif
dalam mendorong percepatan pembangunan PLTS melalui koordinasi dengan PLN,
terutama terkait dukungan administrasi, kepastian lahan, serta kebutuhan
infrastruktur pendukung.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, PLN, masyarakat, dan pihak-pihak
terkait menjadi faktor penting untuk memastikan proyek energi terbarukan dapat
berjalan secara berkelanjutan.
Masyarakat Membutuhkan Kepastian
Pada akhirnya, pembangunan PLTS Giligenting bukan semata-mata persoalan
teknologi pembangkit listrik tenaga surya. Lebih dari itu, proyek tersebut
menyangkut pemerataan pembangunan, keadilan akses energi, efisiensi biaya
kelistrikan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kepulauan.
Rencana yang telah diwacanakan sejak 2022 seharusnya menjadi perhatian
serius bagi PLN UP3 Madura. Apalagi, saat ini pemerintah sedang mendorong
percepatan transisi energi dan pengurangan ketergantungan terhadap energi
fosil.
Masyarakat Giligenting tentu tidak cukup hanya mendengar bahwa PLTS akan
dibangun. Mereka membutuhkan kepastian mengenai kapan pembangunan dimulai,
berapa kapasitas pembangkitnya, berapa investasi yang disiapkan, dan kapan
listrik dari energi matahari tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan.
Karena itu, tahun 2027 semestinya menjadi momentum untuk menjawab
ketidakpastian tersebut.
PLTS Giligenting jangan hanya menjadi cerita tentang rencana yang sudah
bergulir sejak 2022. Sudah saatnya PLN memberikan kepastian, menghadirkan
realisasi, dan membuktikan bahwa transisi energi juga harus dirasakan oleh
masyarakat di wilayah kepulauan.
Sebab, pemerataan energi bukan hanya tentang seberapa besar kapasitas
pembangkit yang dibangun di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga
tentang bagaimana masyarakat di pulau-pulau kecil mendapatkan akses listrik
yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan.
Informasi Menuju Realisiasi PLTS Giligenting
- Lokasi Rencana Proyek: Kampung
Rokhung, Desa Aenganyar, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep.
- Kebutuhan Lahan: Disiapkan
lahan seluas sekitar 1,5 hektare (11.496 meter persegi) dengan harga awal
Rp. 188.000 per meter (NEGO), yang titik koordinat lokasi tanah berjarak
sekitar 0,7 km dari kantor PLTD PLN Giligenting yang eksisting.
- Kondisi Eksisting: Saat ini (per
Oktober 2026), kelistrikan di Pulau Giligenting dari pihak PLN masih
mengandalkan PLTD berbahan bakar solar, sehingga dorongan untuk
merealisasikan PLTS Rokhung terus disuarakan agar pasokan listrik lebih
efisien, ramah lingkungan, dan mendukung layanan listrik 24 jam.
· Konsep pengembangan: kombinasi
PLTS dan PLTD (diesel).
· Sasaran: mendukung
kebutuhan listrik empat Desa di Kecamatan Giligenting, yakni Desa Aenganyar,
Galis, Gedugan, dan Desa Beringsang.
· Tahapan : pada rencana awal
sudah melalui pembicaraan dan survei lokasi sejak Bulan Maret 2022 oleh sejumlah
perusahaan konsorsium/kontraktor/peserta tender PLTS Giligenting .
· Informasi Ketersediaan Lahan Tanah : Untuk Lokasi
Proyek PLTS : Bapak Saiful Anam Nomer Hp. 085717237977 (WhatsApp). (YouTube, Tiktok,
Instagram, Scack Video, Face Book, blogger : http//:pltsgiligentingsumenepmadura.blogspot.com
dan website berita : www.wartanasionalraya.com).
Tulisan Opini Oleh: Saiful Anam, Koordinator
Putra Giligenting Sumenep (PGS)
![]() |
| Bang Saiful |






























































Tidak ada komentar:
Posting Komentar