Samarinda
(Wartanasionalraya.com) — PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) (BKI) menyelenggarakan forum keselamatan maritim bertema “Sinergi Regulasi dan Keselamatan: Implementasi Stabilitas Kerusakan Lambung dan Persyaratan Lambung Ganda untuk Kapal Kargo dan Penumpang Nasional” di ASTON Samarinda Hotel & Convention Center, Samarinda.
Acara ini mempertemukan regulator, pemimpin industri, dan pemangku kepentingan maritim untuk memperkuat keselarasan dalam regulasi keselamatan kapal dan mendukung implementasi standar keselamatan yang lebih tinggi di seluruh armada nasional Indonesia. Forum ini berfokus pada peningkatan pemahaman tentang stabilitas kerusakan lambung dan persyaratan lambung ganda, yang memainkan peran penting dalam meningkatkan keselamatan kapal dan ketahanan operasional.
Di antara yang hadir adalah Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI Arief Budi Permana; Direktur Perkapalan dan Urusan Maritim di Kementerian Perhubungan, Ir. Samsuddin, MT, M.Mar.E.; Kepala Sub-Direktorat Desain, Garis Muat dan Stabilitas Amir Makbul, MT, M.Mar.; Kepala Seksi Status Hukum Kelas I KSOP Samarinda Syahriar, S.SIT., MH; Ketua INSA Samarinda H. Agus Sakhlan, SE; dan Ketua IPERINDO Kalimantan Timur Dr. H. Untung Suropati, SE, MM.
Dalam sambutannya, Arief Budi Permana menyoroti pentingnya tanggung jawab kolektif dalam menjaga keselamatan maritim.
“Keselamatan bukan semata-mata tanggung jawab regulator. Ini adalah komitmen bersama untuk melindungi nyawa, menjaga aset, dan memastikan keberlanjutan jangka panjang industri pelayaran Indonesia,” ujarnya, Senin (08/06/2026).
Samsuddin menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, lembaga klasifikasi, pemilik kapal, dan galangan kapal dalam memastikan pemahaman yang konsisten tentang persyaratan keselamatan kapal.
“Kami berharap forum ini menghasilkan masukan konstruktif untuk perbaikan regulasi yang mencerminkan kebutuhan industri. Melalui kolaborasi yang lebih kuat, kita dapat meningkatkan keselamatan maritim sekaligus mendorong sektor pelayaran yang lebih kompetitif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui inisiatif ini, BKI menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat pemahaman para pemangku kepentingan tentang desain kapal, konstruksi, sertifikasi, dan persyaratan operasional. Program ini diharapkan dapat mendukung penerapan standar keselamatan yang lebih tinggi di seluruh armada nasional, mengurangi risiko maritim, dan berkontribusi pada transportasi maritim yang lebih aman dan berkelanjutan di Indonesia.
(Hamron/Red. WNR)




























































Tidak ada komentar:
Posting Komentar