PLTS, atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya Kini makin diminati, Ini Alasannya - WARTA NASIONAL RAYA | HARIAN BERITA UMUM INDONESIA

WARTA NASIONAL RAYA | HARIAN BERITA UMUM INDONESIA

Harian Berita Umum Indonesia


 

-----


=====

Breaking

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, Juli 30, 2022

PLTS, atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya Kini makin diminati, Ini Alasannya

 


JAKARTA (Wartanasionalraya.com) —
Pemanfaatan energi terbarukan melalui sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Atap kian diminati. Terlihat dari banyaknya pelaku industri yang mulai sadar akan pentingnya penggunaan energi yang ramah lingkungan dalam kegiatan operasional perusahaannya.


Seperti belum lama ini perusahaan yang bergerak dalam produksi baja lapis aluminium seng (galvalume), PT Saranacentral Bajatama Tbk. (BAJA) yang meresmikan instalasi PLTS Atap di pabriknya yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.


Sebanyak 2160 panel surya terpasang di pabrik tersebut diklaim mampu menggantikan penggunaan listrik sebesar 1.065.506 kWh dan menekan produksi CO2 sebesar 995.183 kg setiap tahunnya.


Hal ini makin mempertegas komitmen PT Saranacentral Bajatama Tbk dalam menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan dan berorientasi terhadap efisiensi sumber daya.


Presiden Direktur Saranacentral Bajatama Handaja Susanto mengatakan proses produksi baja memerlukan sumber energi yang besar sehingga pihaknya perlu terus melakukan efisiensi pemakaian energi.


Salah satu solusinya adalah penggunaan PLTS Atap sebagai sumber energi alternatif yang lebih murah dibandingkan sumber energi berbahan baku fosil.  "PLTS Asap ini mudah dipasang dan dirawat serta tidak mengganggu kegiatan operasional," ujar Handaja Susanto, seperti dikutip Bisnis.Com.


Selain SCB yang telah mengaplikasikan energi baru terbarukan dalam kegiatan operasionalnya, pelaku industri lainnya yakni PT Bina Niaga Multiusaha (BNM) sebagai perusahaan yang bergerak pada produksi dan pengelola stainless steel juga melakukan instalasi panel surya di atap pabriknya yang berlokasi di kawasan industri Jababeka, Bekasi.


 Melalui instalasi PLTS Atap, kegiatan produksi yang dilakukan BNM juga disuplai listrik dari 784 panel surya yang terpasang sehingga mampu menghasilkan energi bersih sebesar 452.417 kWh dan mengurangi emisi karbon sebesar 422.557 kg setiap tahun. Jumlah karbon tersebut setara dengan penggunaan 117.968 liter bensin dan perlu menanam 5.302 pohon selama 10 tahun untuk mengurangi karbon tersebut. Dwi Wahyu Jatmika, Direktur PT Bina Niaga Multiusaha menambahkan bahwa instalasi PLTS Atap ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan menerapkan kegiatan operasional yang ramah lingkungan.


"Kami ingin mendukung upaya bersama dalam mengurangi dampak terhadap perubahan iklim dunia. Kami yakin menggunakan energi matahari melalui pemasangan PLTS Atap merupakan langkah yang tepat bagi pelaku industri,” jelasnya.


Selain biaya pemakaian yang lebih rendah dari biaya energi berbahan baku fosil, tingginya minat pelaku industri terhadap penggunaan PLTS Atap juga didorong teknologinya yang relatif mudah diimplementasikan. Partisipasi industri dalam pemanfaatan PLTS Atap juga akan membantu pemerintah mempercepat pencapaian target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025. Eka Himawan, Presiden Direktur PT Xurya Daya Indonesia mengapresiasi langkah nyata yang diambil oleh PT Saranacentral Bajatama dan PT Bina Niaga Multiusaha untuk mendukung pelestarian lingkungan.


"Kami akan terus mendukung upaya seluruh pelaku industri untuk menggunakan energi baru dan terbarukan dengan menyediakan skema sewa tanpa biaya investasi untuk pemasangan, pengoperasian dan perawatan PLTS Atap," imbuhnya.


(***/Red. WNR/email:wartanasional2008@gmail.com).



Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Page