Jakarta
(Wartanasionalraya.com) – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) telah menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pilar Lingkungan sepanjang tahun 2026, mulai dari penanaman 2.500 pohon, pelestarian ekosistem pesisir melalui program penanaman lamun dan budidaya kepiting, hingga pelaksanaan uji emisi bagi 100 kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, mengatakan upaya menjaga lingkungan perlu dilakukan secara konsisten dengan melihat kebutuhan dan karakteristik wilayah di sekitar operasional perusahaan.
“Kami berupaya mengambil bagian melalui program yang relevan dengan kondisi di lapangan. Tidak hanya melalui penghijauan dan pelestarian ekosistem, tetapi juga melalui pengurangan, pengelolaan sampah, serta dukungan kepada masyarakat. Kami ingin agar setiap program dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan,” ujar Dewi (05/10/2026).
Memperluas Aksi, Menjaga Keberlanjutan
Sepanjang tahun 2026, PT PSL bersama anak perusahaan telah melaksanakan Program Pelindo Lestari melalui kegiatan Pelindo Tanam Pohon di Kuala Indah, Sumatera Utara, dan Perawang, Riau, dengan penanaman 2.500 bibit pohon. Di sekitar wilayah operasional Jakarta-Tangerang-Cikampek (JTCC), Desa Srijaya, Bekasi, Jawa Barat, perusahaan juga melaksanakan Lomba Menghias Lingkungan melalui kegiatan penataan, revitalisasi, dan dekorasi lingkungan bertema pelestarian lingkungan dan kepelabuhanan.
Pada aspek ekosistem pesisir, PT PSL menjalankan Program Carbon Village Pelindo melalui Program LESTARI (Lamun untuk Ekosistem Sehat, Tangguh, dan Ekonomi Mandiri). Program ini meliputi kegiatan penanaman lamun untuk mendorong penyerapan karbon dan budidaya kepiting sebagai upaya menjaga ekosistem sekaligus penguatan ekonomi masyarakat di bidang kelautan.
Upaya tersebut juga mencakup respons terhadap kondisi lingkungan yang berdampak langsung kepada masyarakat. PT PSL memberikan dukungan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lima desa sekitar wilayah operasional perusahaan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, yaitu Desa Sungai Kunyit Laut, Desa Sungai Bundung Laut, Desa Sungai Duri II, Desa Sungai Kunyit Dalam, dan Desa Sungai Laki. Dukungan diberikan dalam bentuk penyaluran air bersih konsumsi, pembagian masker dan alat-alat kesehatan.
Di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, PT PSL juga menyelenggarakan program “Merdeka dari Emisi” melalui uji emisi bagi 100 kendaraan pengguna jasa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran terhadap pemeliharaan kendaraan sekaligus mendukung mobilitas yang lebih bersih di kawasan pelabuhan.
Ia menyampaikan, komitmen menjaga kelestarian lingkungan tersebut akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026. Berbagai program inisiatif menjadi bagian dari komitmen PT PSL sebagai anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dalam mendukung kelestarian lingkungan. Melalui aksi-aksi yang meliputi penghijauan, pelestarian ekosistem pesisir, pengurangan emisi, pengelolaan sampah, serta dukungan kepada masyarakat, PT PSL terus berupaya memperkuat kontribusinya secara konsisten di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dan memastikan lingkungan program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, namun dapat memberikan manfaat yang terjaga dalam jangka panjang,” tutup Dewi.
(Hamron/Red. WNR)





























































Tidak ada komentar:
Posting Komentar