Ambon, 22 Agustus 2026
(Wartanasionalraya.com) — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat melalui pelaksanaan Top Drill di atas Kapal Cantika Lestari 8A milik PT Dharma Indah, Jumat (21/8), di perairan Teluk Ambon.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapan awak kapal dan personel terkait melalui sinergi lintas instansi bersama Kantor SAR Maluku serta Balai Kesehatan dan Karantina Pelabuhan Ambon dalam merespons berbagai kondisi darurat secara cepat, tepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan prosedur keselamatan pelayaran.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah skenario keadaan darurat disimulasikan, mulai dari fire fighting, medical first aid, abandon ship, hingga evakuasi penumpang.
Pada skenario fire fighting, peserta latihan melakukan simulasi penanganan kebakaran untuk menguji kecepatan dan ketepatan dalam mengendalikan sumber api. Selanjutnya, melalui skenario medical first aid, peserta dilatih memberikan pertolongan pertama kepada korban secara cepat dan sesuai prosedur.
Sementara itu, pada skenario abandon ship, awak kapal dan personel terkait dilatih menjalankan prosedur meninggalkan kapal secara aman dan terkoordinasi, termasuk mengarahkan penumpang menuju muster station. Latihan kemudian dilanjutkan dengan simulasi evakuasi penumpang dari area berbahaya menuju lokasi yang aman dengan tetap menjaga ketertiban dan mencegah kepanikan.
Kepala KSOP Kelas I Ambon, Mochamad Abduh, menyampaikan bahwa latihan secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan kesiapan seluruh unsur apabila menghadapi kondisi darurat yang sebenarnya.
“Kesiapsiagaan tidak cukup hanya memahami prosedur, tetapi harus dilatih secara langsung agar setiap personel siap menjalankan tugasnya. Melalui latihan berkala, kami memastikan seluruh unsur mampu bertindak cepat, tepat, terkoordinasi, dan tetap mengutamakan keselamatan penumpang serta awak kapal,” ujar Abduh.
Abduh menambahkan bahwa pelaksanaan Top Drill juga menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan prosedur, personel, maupun koordinasi dalam menghadapi situasi darurat di atas kapal.
“Setiap latihan harus menjadi bahan evaluasi untuk melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki. Dengan demikian, kesiapsiagaan tidak berhenti pada kegiatan latihan, tetapi terus ditingkatkan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Pelaksanaan Top Drill di KSOP Kelas I Ambon juga sejalan dengan upaya Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dalam memperkuat budaya keselamatan melalui langkah-langkah mitigasi dan evaluasi berkelanjutan yang dilakukan secara konkret di lapangan.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan oleh KSOP Kelas I Ambon pada 13 Agustus 2026 di atas KMP Wayangan milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sementara itu, pada 20 Agustus 2026 Top Drill juga dilaksanakan di atas Kapal Cantika Lestari 7A milik PT Dharma Indah.
Melalui berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT), Ditjen Perhubungan Laut terus memperkuat kesiapsiagaan keselamatan melalui drill untuk mengidentifikasi potensi kelemahan, menguji efektivitas prosedur, serta memperkuat koordinasi awak kapal, operator, regulator, dan unsur terkait. Dengan demikian, setiap personel siap merespons keadaan darurat secara cepat, tepat, terkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan seluruh pengguna jasa transportasi laut.
(Hamron/Red. WNR)





























































Tidak ada komentar:
Posting Komentar