Jakarta, 9 Juni 2026
(Wartanasionalraya.com) – PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) (BKI) resmi memulai audit sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk tiga cabang PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui Kick-Off Meeting yang dilaksanakan di Aula Bhineka, Kantor Pusat BKI, Jakarta.
Audit ini mencakup cabang ASDP di Kupang, Ternate, dan Ambon, serta menandai dimulainya proses sertifikasi yang dilakukan di bawah wewenang BKI sebagai Lembaga Audit SMK3 terakreditasi, sebagaimana ditetapkan oleh Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Utama BKI R. Benny Susanto dan anggota tim manajemen perusahaan, bersama dengan Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano dan perwakilan manajemen ASDP.
Inisiatif ini sejalan dengan tema Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, “Membangun Ekosistem Manajemen K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Melalui proses audit, ASDP menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat praktik keselamatan dan kesehatan kerja di seluruh operasinya, sementara BKI terus mendukung implementasi standar keselamatan tempat kerja nasional melalui layanan audit dan sertifikasi independen.
Dalam sambutannya, Benny menekankan bahwa implementasi SMK3 melampaui kepatuhan terhadap peraturan dan berfungsi sebagai fondasi untuk membangun budaya tempat kerja yang aman, sehat, dan produktif.
"Komitmen ASDP untuk menerapkan SMK3 di seluruh cabang Kupang, Ternate, dan Ambon menunjukkan tidak hanya kepatuhan terhadap peraturan, tetapi juga komitmen yang kuat untuk membina lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif," ujarnya.
Pertemuan perdana ini mencerminkan kolaborasi berkelanjutan antara BKI dan ASDP dalam mempromosikan praktik keselamatan dan kesehatan kerja yang kuat, khususnya di dalam unit operasional regional. Melalui proses sertifikasi SMK3, kedua organisasi bertujuan untuk memperkuat kinerja keselamatan di tempat kerja dan mendukung pengembangan standar operasional berkelanjutan di seluruh sektor transportasi maritim.
(Hamron/Red. WNR)




























































Tidak ada komentar:
Posting Komentar