Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Pemulihan Ekosistem, Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu - WARTA NASIONAL RAYA | Harian Umum Berita Indonesia

WARTA NASIONAL RAYA | Harian Umum Berita Indonesia

Harian Umum Berita Indonesia

 


-----------


 


 

Breaking

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, April 18, 2026

Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Pemulihan Ekosistem, Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu


Jakarta

(Wartanasionalraya.com) Menindaklanjuti arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, petugas gabungan dari lima wilayah kota administrasi bersama Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan operasi penangkapan ikan sapu-sapu pada Jumat (17/04/2026). Dengan melibatkan 640 personel, jumlah ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap mencapai sekitar 68.880 ekor dengan total berat 6,98 ton.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengatakan penangkapan ini dilakukan karena spesies tersebut berpotensi merusak lingkungan, seperti mengganggu habitat alami serta memengaruhi keseimbangan ekosistem melalui kebiasaannya menggali dasar dan tepi sungai.


"Operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara massal ini merupakan strategi jangka pendek yang bertujuan untuk menekan populasi ikan sapu-sapu secara cepat dan mencegah penyebaran lebih luas. Sehingga nanti akan dilakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti antar wilayah kota administrasi, Dinas LH, serta pihak terkait lainnya agar tindakan ini bisa dilakukan dalam skala yang lebih besar dengan frekuensi yang lebih sering," ujar Hasudungan, Sabtu (18/04/2026).


Selain itu, Hasudungan menjelaskan tindak lanjut hasil penangkapan dilakukan sesuai prosedur, yakni ikan dimatikan dan dikubur secara higienis di lokasi yang telah ditentukan. Langkah ini dilakukan agar ikan tidak kembali ke perairan, tidak diperjualbelikan, serta dapat dimanfaatkan sebagai kompos alami.


"Sehingga, hasil tangkapan ikan dikubur dalam kondisi mati. Selain itu, 1.000 kg ikan sapu-sapu yang perasal dari Setu Babakan dibawa ke Balai Riset Budidaya Ikan Hias, KKP sebagai bahan penelitian pengembangan media kultur budidaya maggot," jelasnya.


Sebagai informasi, hasil tangkapan ikan di lima wilayah kota administrasi adalah sebagai berikut:


A. Jakarta Utara: 545 ekor dengan total berat 271 kilogram, berlokasi di PHB RW 06, Kelapa Gading Barat.


B. Jakarta Barat: 71 ekor dengan total berat 17 kilogram, berlokasi di Kali Anak TSI, Duri Kosambi, Cengkareng.


C. Jakarta Pusat: 536 ekor dengan total berat 565 kilogram, berlokasi di tujuh titik kecamatan.


D. Jakarta Selatan: 63.600 ekor dengan total berat 5,3 ton, berlokasi di pintu air outlet Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa.


E. Jakarta Timur: 4.128 ekor dengan total berat 825,5 kilogram, berlokasi di 10 titik kecamatan.


Sementara itu, evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa penangkapan ikan sapu-sapu di berbagai wilayah Jakarta menghadapi kendala yang beragam. Di Jakarta Utara, kondisi perairan dangkal, berlumpur, dan penuh sampah menjadi tantangan. Di Jakarta Barat, keterbatasan lokasi serta lumpur yang tinggi turut mempersulit proses penangkapan.


Di Jakarta Pusat, kendala berupa air keruh dan perlunya peningkatan upaya penanggulangan. Di Jakarta Selatan, ditemukan dominasi hampir 100 persen ikan sapu-sapu di Setu Babakan. Adapun di Jakarta Timur, kondisi Sungai Ciliwung yang pasang, berdebit tinggi, dan berarus deras menyebabkan penangkapan harus dilakukan menggunakan perahu karet bersama pegiat lingkungan.


Selain itu dihimbau kepada masyarakat agar jangan menggunakan ikan sapu-sapu menjadi bahan makanan karena risiko gangguan kesehatan yang ditimbulkannya karena residu logam berat seperti timbal (Pb) berada di atas ambang batas yang ditetapkan Pemerintah yaitu di atas 0,3 mg/kg .



(Hamron/Red. WNR)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Page