Jakarta
(Wartanasionalraya.com) - Urban farming Lahan yang berlokasi di Komplek RW 03, Kelurahan Kelapa Gading Timur (KGT), akan dikembangkan secara bertahap menjadi agrowisata mini. Untuk mewujudkan rencana tersebut, Lurah Kelapa Gading Timur, Nani, mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam memajukan potensi urban farming di wilayahnya.
Menurut Nani, total luas lahan kosong di lokasi tersebut mencapai sekitar 1.000 meter persegi, dengan 200–300 meter persegi di antaranya telah dimanfaatkan sebagai kawasan urban farming. Ke depan, penataan kawasan akan difokuskan pada pemanfaatan lahan yang masih tersedia.
“Daripada lahan tidak terpakai dan menjadi lahan tidur, lebih baik kita manfaatkan melalui penataan kawasan wilayah,” ungkap Nani, Rabu (07/01/2026).
Ia menambahkan, pengembangan urban farming ini diharapkan dapat menjadi lahan hidup yang memberi manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat khususnya di RW 03, serta dukungan dari berbagai unsur teknis dan pihak swasta melalui program CSR.
“Diperlukan kolaborasi dan koordinasi mulai dari jajaran masyarakat hingga unsur teknis, termasuk dukungan CSR agar seluruh rencana pengembangan dapat terealisasi dengan baik,” terangnya.
Sementara itu, kegiatan urban farming di lingkungan RT 004 RW 03 Kelurahan Kelapa Gading Timur terus berjalan secara konsisten. Pada hari ini, jajaran Kecamatan Kelapa Gading dan Kelurahan Kelapa Gading Timur bersama Kelompok Wanita Tani dan Pemuda Pelopor melaksanakan panen ikan nila, tomat ceri, terong, dan cabai.
“Selain panen, kami juga memberikan edukasi tentang urban farming kepada belasan anak-anak TK sebagai upaya mengenalkan pertanian perkotaan sejak dini,” tambah Nani.
(Hamron/Red. WNR)































































Tidak ada komentar:
Posting Komentar