FUZHOU, TIONGKOK
(Wartanasionalraya.com) -- Kabar membanggakan datang dari dunia seni dan budaya Indonesia. Asosiasi Seniman Tari Indonesia (ASETI) bekerjasama dengan Rumah Tari Bedhaya Gayatri, berhasil memukau penonton di kancah internasional. Mereka tampil sebagai wakil Indonesia dalam pembukaan penghelatan akbar : 12th Silk Road International Film Festival di Fuzhou, China, pada tanggal 22 September 2025.
Silk Road International Film Festival (SRIFF) didirikan oleh State Administration of press, publication, Radio, Film dan Televisi pada tahun 2024. Ajang bergengsi mempromosikan pertukaran dan kerjasama antar negara untuk mengembangkan industri audio visual di Tiongkok. SRIFF salah satu festival film terpenting di Asia.
Agustina Rochyanti, Ketua Umum ASETI menuturkan, ASETI adalah organisasi seniman tari Indonesia, salah satu misi strategisnya adalah pengembangan karya tari melalui diplomasi budaya.
Sementara, Perjalanan Sanggar Tari Bedhaya Gayatri menuju panggung internasional, bukanlah hal instan. Mempunyai rekam jejak yang solid, ikut serta tampil pada tari kolosal dengan pelatih Guruh Soekarnoputra di Stadion GBK, hingga menjadi tarian pembuka dalam peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), yang diresmikan Veronica Tan. Serta segudang prestasi kompetisi di bidang tari.
"Kehadiran mereka pada pembukaan festival film bergengsi ini, menjadi bukti nyata bahwa film dan seni pertunjukan dapat bersinergi untuk memperkenalkan budaya bangsa,"ujarnya, melalui pesan tertulis diterima media ini, Rabu (24/09/2025).
Lebih jauh ia mengatakan, Partisipasi ASETI Asosiasi Seniman Tari Indonesia dan Rumah Tari Bedhaya Gayatri di Fuzhou China ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak.
Dalam kesempatan ini kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Komite Silk Road International Film Festival (SRIFF) ke 12 di kota Fuzhou yang telah memberikan dukungan penuh seluruh perjalanan dan program.
Juga kepada Badan Perfilman Indonesia (BPI) serta Kementrian Kebudayaan RI yang telah memberikan kesempatan. Keberhasilan ini bukan hanya tentang prestasi, melainkan pesan yang ingin ditunjukkan.
"Diplomasi Kebudayaan merupakan strategi penting dalam mempromosikan pemahaman lintas budaya, memperkuat hubungan kerjasama internasional Indonesia dan China, "pungkas Agustina Rochyanti.
(Hamron/Red. WNR)
































































Tidak ada komentar:
Posting Komentar