KENDARI
(Wartanasionalraya.com) -- Kantor Kesyahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas ll Kendari mengambil langkah cepat dengan memperketat pengawasan keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal penumpang menyusul insiden kebakaran KM Barcelona 5 di perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara.
Kepala KSOP Kelas ll Kendari, Capt. Rahman mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan rapat internal dan terjun langsung ke lapangan, untuk melakukan inspeksi keselamatan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi dan upaya pencegahan, agar kejadian serupa tidak terulang di wilayah perairan Sulawesi Tenggara (Sultra)
“Kami sudah beberapa hari ini sudah mengadakan rapat dan turun langsung anggota ke lapangan, untuk mengecek semua alat-alat keselamatan dan khususnya untuk kapal penumpang,” jelasnya, Minggu (27/07/2025).
Rahman menyampaikan, bahwa pemeriksaan menyasar berbagai perlengkapan penting, termasuk emergency fire pump, pompa utama dan darurat, life jacket, serta sistem pengikat dan life raft. Selain itu, pihaknya juga meninjau pelaksanaan pelatihan darurat oleh Anak Buah Kapal (ABK) di atas kapal.
"Terkait izin berlayar bahwa KSOP Kendari kini lebih selektif dalam memberikan izin, termasuk memastikan tidak terjadi kelebihan kapasitas penumpang. Penumpang kalau musim-musim begini sedikit. Tidak ada over kapasitas,” tuturnya Rahman.
Ia juga menegaskan, bahwa langkah ini menjadi bagian dari komitmen KSOP, dalam mendukung keselamatan pelayaran.
(Hamron/Red. WNR)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar