Musyawarah Nasional XI Asosiasi Panasbumi Indonesia Tahun 2023, Menunjuk Julfi Hadi selaku Ketua Umum 2023-2026 - WARTA NASIONAL RAYA | HARIAN BERITA INDONESIA

WARTA NASIONAL RAYA | HARIAN BERITA INDONESIA

Harian Berita Indonesia


 

-----


=====


 

Breaking

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, September 25, 2023

Musyawarah Nasional XI Asosiasi Panasbumi Indonesia Tahun 2023, Menunjuk Julfi Hadi selaku Ketua Umum 2023-2026

 



JAKARTA (Warta Nasional Raya) -
Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) menyelenggarakan Musyawarah Nasional ke XI (Munas XI) dengan agenda (1) Laporan Pertanggungjawaban Pengurus API 2020 - 2023; dan (2) Pemilihan Pengurus API Periode 2023 – 2026. Munas XI ini dihadiri Anggota API serta para perwakilan Anggota Perusahaan API dan dilaksanakan di Ruang Nuri 1, Jakarta Convention Centre.


Ismail Zaini selaku Ketua Munas XI menjelaskan bahwa Munas XI merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap 3 tahun sekali oleh API sebagaimana diwajibkan dalam AD/ART serta berhubungan dengan berakhirnya masa bakti Pengurus API periode 2020-2023.


Dalam Kongres Munas XI, seluruh Anggota API yang hadir menyetujui laporan pertanggungjawaban Pengurus API 2020 – 2023, serta menunjuk Julfi Hadi selaku Ketua Umum menggantikan Prijandaru Effendi, Riza Pasikki selaku Sekretaris Jenderal menggantikan Tafif Azimudin, dan Supriadinata Marza selaku Bendahara menggantikan Heribertus Dwiyudha.


Seling menyampaikan selamat, Prijandaru berharap agar pengurus API yang baru terpilih bisa melanjutkan kerjasama dengan para pemangku kepentingan dalam upaya perbaikan regulasi dan harga jual listrik yang lebih kondusif bagi percepatan pengembangan panas bumi di Indonesia.


Selanjutnya dalam pidatonya, Julfi Hadi menyampaikan “Saya berterima kasih kepada Bapak Prijandaru Effendi beserta seluruh Anggota API periode 2020 – 2023 yang telah berjuang selama ini demi percepatan pengembangan panas bumi di Indonesia ini. Saya berkomitmen untuk terus mendorong percepatan pengembangan panas bumi di indonesia dengan melibatkan seluruh stakeholders termasuk pemerintah, pelaku industri, masyarakat serta berkolaborasi dengan International Geothermal Association untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri panas bumi di tingkat global”.


Beliau juga menambahkan “Selain isu terkait tarif dan kebijakan yang ada saat ini, aspirasi lainnya adalah meningkatkan value creation bisnis panas bumi di Indonesia. Diantaranya melalui penerapan optimisasi teknologi panas bumi di Indonesia serta peluang lainnya dalam pemanfaatan produk sekunder dan rantai pasok untuk dapat meningkatkan keekonomian proyek dalam bentuk suatu kebijakan pemerintah”.


(Red. Wnr).

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Page